Pengecualian Kecelakaan Tunggal dalam Klaim Asuransi Jasaraharja

Apa yang Anda bayangkan melihat foto di bagian bawah dari tulisan ini ? Sebuah mobil terlihat menabrak sebuah pohon yang berdiri di tengah-tengah hutan belantara. Bagaimana dengan sopir dan penumpang yang berada di dalam, apakah jika mengalami luka dapat dicover biaya pengobatan rumah sakit dengan asuransi Jasaraharja ?. Continue reading “Pengecualian Kecelakaan Tunggal dalam Klaim Asuransi Jasaraharja”

Penyebab Munculnya Rate Asuransi Kebakaran yang Berbeda untuk Objek Pertanggungan yang Sama

2 (dua) tahun sejak dibentuknya OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada tahun 2011 (sesuai amanat UU No. 21 Tahun 2011), OJK berhasil membuat aturan penetapan tarif atau rate premi dan akuisisi untuk lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dan asuransi harta benda berdasarkan SE Kepala Eksekutif Pengawas IKNB No. SE-06/D.05/2013 tertanggal 31 Desember 2013 beserta lampiran-lampirannya. Continue reading “Penyebab Munculnya Rate Asuransi Kebakaran yang Berbeda untuk Objek Pertanggungan yang Sama”

TFSWD Endorsement on PAR Munich-Re, An Extended or A Restricted Coverage?

Both PAR (Property All Risks) and IAR (Industrial All Risks) which categorized as “all risks” policy, provide “unforeseen”, “sudden”, and “accidental” damage or “physical loss” other than specifically excluded in the exceptions. Continue reading “TFSWD Endorsement on PAR Munich-Re, An Extended or A Restricted Coverage?”

Single Loss Clause (72 Hours Clause) pada Polis Asuransi CAR

Proyek-proyek konstruksi yang berdiri di lingkungan luar dan dikelilingi oleh bentang alam yang beraneka ragam menyebabkan keberadaan proyek tersebut akan selalu dihadapkan pada risiko kerugian yang besar akibat peristiwa bencana alam yang tak terduga. Dengan demikian penanggung harus cukup berhati-hati dalam menerima risiko ini. Continue reading “Single Loss Clause (72 Hours Clause) pada Polis Asuransi CAR”

Loss Limit pada Asuransi Harta Benda

“Loss limit” sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran I SE OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penerapan Tarif Premi atau Kontribusi pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017 dalam istilah lain dapat disebut sebagai “first loss insurance” yaitu jenis polis asuransi dimana harga pertanggungan (sum insured) tidak ditetapkan sebesar nilai keseluruhan risiko (full value) namun dibatasi pada suatu nilai tertentu yang lebih kecil dari itu. Salah satu alasan penggunaan loss limit ini adalah karena tertanggung meyakini bahwa nilai maksimum kerugian yang mungkin ia alami tidak akan mencapai nilai total risiko yang sebenarnya.  Continue reading “Loss Limit pada Asuransi Harta Benda”