‘Insufficiency or Unsuitability of Packing’ dalam Asuransi Pengangkutan Barang

Dalam kaitannya dengan kerusakan barang muatan akibat ketidakcukupan atau ketidaklayakan pembungkus (insufficiency or unsuitability of packing),  timbul pertanyaan, siapakah yang bertanggung jawab atas hal ini, apakah pihak pengirim (shipper) atau pihak pengangkut (carrier) ?. Bagaimana status liability polis asuransi pengangkutan barang (cargo insurance) terhadap kasus klaim ketidakcukupan (insufficiency) atau ketidaklayakan (unsuitability) pembungkus ini ?. Continue reading “‘Insufficiency or Unsuitability of Packing’ dalam Asuransi Pengangkutan Barang”

Kapan Asuransi Pengangkutan Barang (Cargo Insurance) Mulai Berlaku ?

Jika time policy menggunakan tanggal dan jam sebagai patokan efektif mulai dan berakhirnya pertanggungan maka dalam voyage policy tidak demikian. Struktur penulisan dalam schedule polis asuransi berbasis voyage (seperti marine cargo) berbeda dengan schedule polis berbasis kurun waktu (time policy) dimana jangka waktu pertanggungan yang biasanya ditulis “dimulai dari tanggal dd/mm/yy sampai dengan tanggal dd/mm/yy pukul 12.00 tengah hari waktu dimana objek pertanggungan berada” diganti menjadi “tanggal pengiriman” atau “date of sailing”. Continue reading “Kapan Asuransi Pengangkutan Barang (Cargo Insurance) Mulai Berlaku ?”

‘All Risks’ dan ‘Proof of Loss’ dalam Asuransi Pengangkutan Barang

Wording polis ICC (Institute Cargo Clause) A yang biasanya dipakai dalam asuransi pengangkutan memberikan jaminan atau coverage yang paling luas diantara ICC lainnya (B atau C) dengan pencantuman risk clause yang berbunyi, “This insurance covers all risks of loss of or damage to the subject matter insured except as excluded by the provisions of Clauses 4, 5, 6 and 7 below.” Continue reading “‘All Risks’ dan ‘Proof of Loss’ dalam Asuransi Pengangkutan Barang”

‘Inherent Vice’ dalam Asuransi Pengangkutan Barang

Dalam General Exlusions Clause wording ICC (Institute Cargo Clause) A/B/C disebutkan pengecualian kerugian atau kerusakan cargo karena inherent vice melalui kalimat dengan redaksional, “In no case shall this insurance cover loss damage or expense caused by inherent vice or nature of the subject matter insured.” Continue reading “‘Inherent Vice’ dalam Asuransi Pengangkutan Barang”

Penolakan Klaim Asuransi Pengangkutan Barang di Bawah Kontrak Jual Beli CNF

Teori dasar asuransi menempatkan prinsip insurable interest sebagai salah satu prinsip utama yang tidak boleh dilanggar dalam sebuah kontrak asuransi, dimana melalui prinsip ini tertanggung harus memenuhi syarat yaitu memiliki hubungan keuangan (financial relationship) yang diakui oleh hukum (recognized at law) terhadap pokok pertanggungan (the subject matter of insurance). Continue reading “Penolakan Klaim Asuransi Pengangkutan Barang di Bawah Kontrak Jual Beli CNF”

‘Ordinary Course of Transit’ pada Asuransi Marine Cargo

Transit Clause (Klausula 8.1) antara ICC 1/1/82 vs ICC 1/1/09 memiliki perbedaan isi redaksional klausula terkait kapan coverage mulai berlaku (start) dan kapan berakhir (terminate). Namun demikian, selama transit (di tengah-tengah perjalanan) tidak ada perbedaan isi redaksional karena sama-sama menyebutkan, “…continues during the ordinary course of transit…”. Continue reading “‘Ordinary Course of Transit’ pada Asuransi Marine Cargo”

Loading and Unloading Clause (yang Menambah Durasi) pada Asuransi Marine Cargo

Dalam pembahasan sebelumnya telah dibahas bahwa polis asuransi marine cargo merupakan jenis polis “perjalanan” (voyage policy) dimana durasi polis mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Transit Clause. Continue reading “Loading and Unloading Clause (yang Menambah Durasi) pada Asuransi Marine Cargo”

Institute Theft, Pilferage and Non Delivery Clause 1/12/82

Bunyi klausula ini secara umum sebagai berikut : In consideration of an additional premium,  it is hereby agreed that this insurance covers loss of or damage to the subject-matter insured caused by theft or pilferage, or by non-delivery of an entire package, subject always to the exclusions contained in this insurance. Atau dalam bahasa Indonesia, “Dengan pertimbangan penambahan premi, dengan ini disetujui bahwa asuransi ini menjamin kerugian atas atau kerusakan pada objek yang diasuransikan yang disebabkan oleh pencurian atau pengutilan, atau tidak terkirimnya seluruh paket, dengan selalu tunduk pada pengecualian yang tercantum pada asuransi ini”. Continue reading “Institute Theft, Pilferage and Non Delivery Clause 1/12/82”

Theft dan Mysterious Disappearance pada Polis Asuransi Marine Cargo

Risiko hilangnya barang sejak dikirim dari titik keberangkatan sampai dengan tujuan terakhir pengiriman menjadi hal yang cukup ditakuti oleh para penjual atau pembeli barang. Komoditas barang bernilai ekonomi tinggi seperti consumer goods, elektronik, farmasi dan lainnya sering menjadi incaran para pencuri atau sindikat kejahatan. Continue reading “Theft dan Mysterious Disappearance pada Polis Asuransi Marine Cargo”

Loading and Unloading Clause ; Memperluas Perils atau Menambah Durasi ?

Dalam penawaran asuransi marine cargo yang dipersiapkan underwriter mungkin sering dilekatkan beberapa klausula tambahan, salah satunya “Loading and Unloading Clause”. Maksud secara umum dari pelekatan klausula ini adalah untuk memperluas jenis jaminan yang ada menjadi lebih luas lagi. Namun intensi atau maksud sebenarnya bisa (saja) menimbulkan potensi dispute antara penanggung dan tertanggung. Continue reading “Loading and Unloading Clause ; Memperluas Perils atau Menambah Durasi ?”