Proximate Cause dalam Kasus Wayne Tank and Pump Co. Ltd v Employers Liability Assurance Corporation Ltd (1974)

Menentukan proximate cause dalam kasus kejadian tunggal (single cause) lebih mudah dilakukan daripada harus menganalisa dan menentukan proximate cause yang melibatkan beberapa kasus (multiple causes) seperti dalam yurisprudensi Leyland Shipping Co v Norwich Union dimana terdapat 2 (dua) penyebab : perang (war) dan badai (storm). Dalam kasus berikut terjadi peristiwa yang mirip dengan kejadian di atas dimana hakim pengadilan harus memilih satu diantara dua penyebab yang dinyatakan sebagai proximate cause.

Wayne Tank and Pump Co. Ltd v Employers Liability Assurance Corporation Ltd (1974)

Wayne Tank and Pump Co Ltd (Waynes) telah memasang peralatan baru dalam sebuah pabrik penggilingan (mill) yang dimiliki oleh Harbutt’s Plasticine Ltd (Harbutts). Waynes diduga harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami Harbutts sebagai akibat peristiwa kebakaran (fire) yang terindikasi disebabkan oleh kelalaian Waynes dalam melakukan penginstalan peralatan pada pabrik milik Harbutts. Waynes lalu mengajukan klaim kepada penanggung tempat ia membeli polis liability dimana dalam wordingnya disebutkan pengecualian yang berbunyi, “The company will not indemnify the insured in respect of liability consequent upon death injury or damage caused by the nature or conditions of any goods or the containers thereof sold or supplied by or on behalf of the insured“.

Dalam kasus ini terdapat 2 (dua) penyebab terpisah (separate causes) yang menimbulkan perdebatan. Penyebab pertama adalah tindakan tertanggung yang menggunakan material pipa yang berbahaya dan tidak layak pakai sehingga instalasi yang diselesaikan pun berada dalam kondisi yang berbahaya untuk dioperasikan pada suhu tinggi. Hal ini dikarenakan ketika pipa dipanaskan, instalasi pipa itu menjadi melengkung sehingga lapisan lilin akan keluar dan menyebabkan percikan api. Penyebab kedua adalah kelalaian (negligence) pekerja tertanggung yang memutar switch pada posisi on di tanki pemanas lalu meninggalkannya semalaman tanpa penjagaan sedangkan instalasi tersebut belum dilakukan pengetesan untuk jangka waktu tersebut. Api pun muncul yang menimbulkan kebakaran.

Atas kejadian pertama yaitu pemasangan instalasi yang membahayakan operasional pabrik telah dijelaskan secara eksplisit sebagai pengecualian dalam polis liability, mengingat secara ilmiah, penggunaan pipa yang tidak sesuai spesifikasi diketahui dapat menimbulkan dampak yang membahayakan. Sedangkan atas kejadian kedua yaitu tindakan pekerja yang melakukan switch on pada tangki pemanas dan meninggalkannya semalaman tidak dicantumkan dalam pengecualian polis. Karena muncul 2 (dua) penyebab, pengadilan harus menentukan mana diantara keduanya yang merupakan penyebab efektif atau dominan. Dengan mengacu pada prinsip proximate cause yang diterapkan dalam kasus Leyland Shipping, pengadilan menyatakan bahwa instalasi yang berbahaya dan tidak layak pakai adalah penyebab dominan atas peristiwa kebakaran sedangkan kelalaian pekerja meninggalkan lokasi tidak memberi kontribusi yang utama karena kondisi pipa dari awal pemasangan sudah berada dalam kondisi tidak layak pakai untuk menahan suhu panas. Berdasarkan bunyi pengecualian pada polis liability di atas, diputuskan bahwa penanggung tidak memiliki tanggung jawab atas klaim dimaksud.

Referensi : Marine Insurance Law 2nd Edition by Ozlem Gurses, 2017.

proximate cause

Share this article :

Leave a Reply

Your email address will not be published.