‘All Risks’ dan ‘Proof of Loss’ dalam Asuransi Pengangkutan Barang

Wording polis ICC (Institute Cargo Clause) A yang biasanya dipakai dalam asuransi pengangkutan memberikan jaminan atau coverage yang paling luas diantara ICC lainnya (B atau C) dengan pencantuman risk clause yang berbunyi, “This insurance covers all risks of loss of or damage to the subject matter insured except as excluded by the provisions of Clauses 4, 5, 6 and 7 below.”

Meskipun terminologi “all risks” menjadikan ICC A dalam asuransi pengangkutan memiliki coverage yang sangat luas namun tidak berarti seluruh kejadian dalam ICC A dapat dicover ketika terjadi klaim. Selain terdapat sejumlah bahaya yang dikecualikan dalam klausul 4, 5, 6 dan 7, definisi “all risks” harus memenuhi beberapa syarat. Pertama, jaminan “all risks” hanya berlaku dalam kejadian yang bersifat accidental, fortuitous, dan external means. Dengan demikian, ia tidak dapat mengcover suatu kejadian yang tak terelakkan (inevitable) atau sesuatu yang sudah dapat diprediksi akan terjadi, atau sesuatu yang berada dalam kontrol tertanggung. Kedua, “all risks” yang dimaksud di sini adalah “physical loss or damage” sehingga kerugian keuangan (financial or consequential loss) tidak dijamin. Sebagai contoh, kehilangan penjualan (loss of market) karena barang terlambat di tempat tujuan tidak akan tercover. Ketiga, klaim atas kerusakan barang pihak ketiga tidak dicover dalam “all risks” seperti dalam contoh kasus oli yang disimpan dalam drum rusak dan bocor yang menyebabkan kerusakan pada barang muatan orang lain (pihak ketiga) yang disimpan berdekatan. Kerusakan barang pihak ketiga tersebut tidak dinyatakan sebagai subject matter insured.

Proof of Loss dalam Jaminan “All Risks”

Di bawah polis “all risks”, tertanggung cukup membuktikan bahwa kerugian yang dialami disebabkan oleh suatu kejadian yang bersifat accidental, fortuitous, dan external means. Tidak ada persyaratan atau kewajiban bagi tertanggung untuk menunjukkan atau membuktikan bagaimana kerusakan tersebut terjadi (there is no requirement for the assured to show exactly how the loss or damage occurred). Dengan demikian, jika cargo telah dikapalkan dalam kondisi baik dan sampai di tempat tujuan ternyata hilang atau dalam kondisi rusak maka tertanggung pada prinsipnya dapat mengajukan klaim asuransi pengangkutan di bawah jaminan “all risks” dengan menunjukkan bahwa kejadian tersebut masuk dalam kategori accidental, fortuitous, dan external means. Ia tidak perlu membuktikan apa penyebab sebenarnya atas kejadian tersebut. Proof of loss dalam hal ini jatuh ke pihak penanggung dimana ia harus membuktikan bahwa kerugian atau kerusakan tersebut disebabkan oleh bahaya-bahaya yang dikecualikan dalam klausul 4, 5, 6 dan 7.

Penutup

Salah satu konsekuensi atas penggunaan polis berbasis “all risks”, misal ICC A, adalah bahwa beban pembuktian (burden of proof) tidak berada di pihak tertanggung namun penanggung. Apabila beban pembuktian tetap dibebankan kepada tertanggung maka menjadi tidak ada perbedaan prinsipil tentang cara pembuktian kerugian antara polis-polis berbasis all risks (misal ICC A) dengan polis-polis berbasis named perils (misal ICC B atau C). Tertanggung juga biasanya harus membayar premi yang lebih mahal untuk polis-polis berbasis all risks sehingga wajar adanya apabila “fasilitas” atau “kemudahan” yang diterima lebih banyak dibanding polis-polis berbasis named perils.

pengangkutan

Share this article :

Leave a Reply

Your email address will not be published.