Proximate Cause dalam Kasus Reischer v Borwick (1894)

Meskipun prinsip proximate cause telah dicontohkan secara jelas dalam kasus Leyland Shipping Co v Norwich Union (1918) namun guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap prinsip tersebut, kita dapat membaca kasus lain di bawah ini. Continue reading “Proximate Cause dalam Kasus Reischer v Borwick (1894)”

Proximate Cause dalam Kasus Wayne Tank and Pump Co. Ltd v Employers Liability Assurance Corporation Ltd (1974)

Menentukan proximate cause dalam kasus kejadian tunggal (single cause) lebih mudah dilakukan daripada harus menganalisa dan menentukan proximate cause yang melibatkan beberapa kasus (multiple causes) seperti dalam yurisprudensi Leyland Shipping Co v Norwich Union dimana terdapat 2 (dua) penyebab : perang (war) dan badai (storm). Dalam kasus berikut terjadi peristiwa yang mirip dengan kejadian di atas dimana hakim pengadilan harus memilih satu diantara dua penyebab yang dinyatakan sebagai proximate cause. Continue reading “Proximate Cause dalam Kasus Wayne Tank and Pump Co. Ltd v Employers Liability Assurance Corporation Ltd (1974)”

Proximate Cause dalam Kasus Leyland Shipping Co v Norwich Union (1918)

Meskipun definisi proximate cause lahir atau diambil dari perkara Pawsey v Scottish Union & National (1907) dimana dinyatakan bahwa “proximate cause means the active, efficient cause that sets in motion a train of events which brings about a result, without the intervention of any force started and working actively from a new and independent source“, namun contoh kasus yang dapat memberikan ilustrasi yang baik terhadap prinsip asuransi ini dapat dilihat pada kasus lain di bawah ini. Continue reading “Proximate Cause dalam Kasus Leyland Shipping Co v Norwich Union (1918)”

Modification in The Application of Proximate Cause ; Indirect Causes

Dalam wording polis asuransi biasanya tercantum pasal pengecualian atas kerugian (loss) atau kerusakan (damage) yang ditimbulkan atau diakibatkan oleh penyebab langsung (directly) maupun tak langsung (indirectly) dari suatu bahaya (peril). Continue reading “Modification in The Application of Proximate Cause ; Indirect Causes”