Klaim ‘Actual Total Loss (ATL)’ dalam Asuransi Marine Hull

Dilihat dari sisi tingkat atau derajat keparahan (severity) atas kerusakan kapal, klaim asuransi marine hull & machinery dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis : klaim particular average (partial loss) dan klaim total loss. Dalam kesempatan ini penulis akan membahas klaim total loss (kerugian total) saja. Continue reading “Klaim ‘Actual Total Loss (ATL)’ dalam Asuransi Marine Hull”

Asuransi Marine Hull ; ‘All Risks’ atau ‘Named Perils’ Policy ?

Dalam proses pembuktian kerugian saat terjadi klaim di bawah suatu polis tertentu, termasuk marine hull, perlu diperhatikan terlebih dahulu basis polis yang dipakai, apakah menggunakan basis “all risks” atau “named perils”. Hal ini penting diketahui guna menghindari potensi kesalahpahaman pada saat klaim muncul. Continue reading “Asuransi Marine Hull ; ‘All Risks’ atau ‘Named Perils’ Policy ?”

Bagaimana Cara Menentukan Harga Pertanggungan Kapal pada Asuransi Marine Hull ?

Ketika underwriter disodori proposal asuransi kapal (marine hull insurance), salah satu analisa awal yang perlu dilakukan adalah melihat ada tidaknya ketidakwajaran pada harga pertanggungan yang tercantum dalam proposal form. Hal ini berkaitan dengan analisa apakah premi yang diterima penanggung sudah cukup (fully insured) atau tidak. Continue reading “Bagaimana Cara Menentukan Harga Pertanggungan Kapal pada Asuransi Marine Hull ?”

Posisi Perusahaan Pengangkut dalam Asuransi Pengangkutan Barang

Dalam pengiriman barang dari hasil proses jual beli biasanya akan melibatkan 3 (tiga) pihak yaitu seller (penjual), buyer (pembeli), dan perusahaan pengangkut (freight forwarding company) dimana masing-masing pihak akan memiliki insurable interest dan liability atas barang yang dikirim namun dalam kapasitas dan waktu yang berbeda. Continue reading “Posisi Perusahaan Pengangkut dalam Asuransi Pengangkutan Barang”