Klaim ‘General Average’ dalam Asuransi Marine Hull

Penyebutan General Average (GA) antara lain dapat ditemukan dalam Marine Insurance Act (MIA) 1906 Section 64(1), “A particular average loss is a partial loss of the subject-matter insured, caused by a peril insured against, and which is not a general average loss”. Continue reading “Klaim ‘General Average’ dalam Asuransi Marine Hull”

Klaim ‘Particular Average’ dalam Asuransi Marine Hull

Jika di asuransi kendaraan bermotor dikenal istilah partial loss maka dalam asuransi marine hull juga dikenal istilah yang semakna yaitu particular average loss dimana jaminan ini berlaku pada polis asuransi marine hull yang menggunakan ITC-Hulls 1.10.83 CL 280 atau ITC-Hulls 1.11.95 CL 280. Continue reading “Klaim ‘Particular Average’ dalam Asuransi Marine Hull”

Klaim ‘Constructive Total Loss (CTL)’ dalam Asuransi Marine Hull

Pada tulisan sebelumnya sudah penulis sampaikan tentang klaim Actual Total Loss (ATL) pada asuransi marine hull dimana pendefinisiannya mengacu pada Marine Insurance Act (MIA) 1906. Lalu apa yang dimaksud dengan klaim Constructive Total Loss (CTL) ?. Continue reading “Klaim ‘Constructive Total Loss (CTL)’ dalam Asuransi Marine Hull”

Klaim ‘Actual Total Loss (ATL)’ dalam Asuransi Marine Hull

Dilihat dari sisi tingkat atau derajat keparahan (severity) atas kerusakan kapal, klaim asuransi marine hull & machinery dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis : klaim particular average (partial loss) dan klaim total loss. Dalam kesempatan ini penulis akan membahas klaim total loss (kerugian total) saja. Continue reading “Klaim ‘Actual Total Loss (ATL)’ dalam Asuransi Marine Hull”

Asuransi Marine Hull ; ‘All Risks’ atau ‘Named Perils’ Policy ?

Dalam proses pembuktian kerugian saat terjadi klaim di bawah suatu polis tertentu, termasuk marine hull, perlu diperhatikan terlebih dahulu basis polis yang dipakai, apakah menggunakan basis “all risks” atau “named perils”. Hal ini penting diketahui guna menghindari potensi kesalahpahaman pada saat klaim muncul. Continue reading “Asuransi Marine Hull ; ‘All Risks’ atau ‘Named Perils’ Policy ?”

Bagaimana Cara Menentukan Harga Pertanggungan Kapal pada Asuransi Marine Hull ?

Ketika underwriter disodori proposal asuransi kapal (marine hull insurance), salah satu analisa awal yang perlu dilakukan adalah melihat ada tidaknya ketidakwajaran pada harga pertanggungan yang tercantum dalam proposal form. Hal ini berkaitan dengan analisa apakah premi yang diterima penanggung sudah cukup (fully insured) atau tidak. Continue reading “Bagaimana Cara Menentukan Harga Pertanggungan Kapal pada Asuransi Marine Hull ?”

Posisi Perusahaan Pengangkut dalam Asuransi Pengangkutan Barang

Dalam pengiriman barang dari hasil proses jual beli biasanya akan melibatkan 3 (tiga) pihak yaitu seller (penjual), buyer (pembeli), dan perusahaan pengangkut (freight forwarding company) dimana masing-masing pihak akan memiliki insurable interest dan liability atas barang yang dikirim namun dalam kapasitas dan waktu yang berbeda. Continue reading “Posisi Perusahaan Pengangkut dalam Asuransi Pengangkutan Barang”

Skema CNF/C&F/CFR dalam Impor Daging Kerbau oleh Bulog

Melalui release di sejumlah media online, termasuk bisnis.com, Perum Bulog merencanakan akan melakukan impor daging kerbau beku dari India yang tahap pertama akan direalisasikan pada akhir Maret 2018. Skema jual beli yang disepakati antara Bulog dan pihak eksportir adalah CFR (Cost and Freight) yang dalam implementasinya dapat merefleksikan hal-hal sebagai berikut : Continue reading “Skema CNF/C&F/CFR dalam Impor Daging Kerbau oleh Bulog”

Mengenal C & F Incoterms dan Posisi Kebutuhan Asuransi Pengangkutan di Dalamnya

Incoterms telah menjadi trade mark dalam dunia perdagangan internasional dimana bentuk-bentuk kontrak jual beli yang terdapat dalam Incoterms menggambarkan atau mendefinisikan tanggung jawab dan liability terhadap pengiriman suatu barang. Continue reading “Mengenal C & F Incoterms dan Posisi Kebutuhan Asuransi Pengangkutan di Dalamnya”

‘Insufficiency or Unsuitability of Packing’ dalam Asuransi Pengangkutan Barang

Dalam kaitannya dengan kerusakan barang muatan akibat ketidakcukupan atau ketidaklayakan pembungkus (insufficiency or unsuitability of packing),  timbul pertanyaan, siapakah yang bertanggung jawab atas hal ini, apakah pihak pengirim (shipper) atau pihak pengangkut (carrier) ?. Bagaimana status liability polis asuransi pengangkutan barang (cargo insurance) terhadap kasus klaim ketidakcukupan (insufficiency) atau ketidaklayakan (unsuitability) pembungkus ini ?. Continue reading “‘Insufficiency or Unsuitability of Packing’ dalam Asuransi Pengangkutan Barang”