72 Hours Clause in the Indonesia Earthquake Insurance Policy

Earthquakes and tsunami that hit the cities of Palu and Donggala, Central Sulawesi Province, Indonesia (September 28, 2018) have shocked all of us where was the previous earthquake event occurred in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia, in the adjacent time span. Continue reading “72 Hours Clause in the Indonesia Earthquake Insurance Policy”

Asuransi Objek Jaminan Berwujud pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah kredit yang diberikan oleh lembaga perbankan atau lembaga keuangan lainnya untuk membantu masyarakat dalam membeli rumah dan atau berikut tanahnya guna dimiliki dan dihuni debitur dimana proses pembayaran ke bank atau kreditur dilakukan secara cicilan sesuai dengan jangka waktu dan kondisi lain yang ditentukan dalam perjanjian kredit. Continue reading “Asuransi Objek Jaminan Berwujud pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR)”

‘Asuransi Kredit (Credit Insurance)’ atau ‘Asuransi Kegagalan Kredit (Credit Default Insurance)’ ?

Jika dalam asuransi jiwa kredit (credit life insurance), risiko yang diasuransikan telah dinyatakan secara jelas yaitu berkaitan dengan kemungkinan terjadinya peristiwa meninggal dunia debitur di tengah-tengah periode angsuran kredit, maka tidak halnya dengan asuransi kredit (credit insurance). Continue reading “‘Asuransi Kredit (Credit Insurance)’ atau ‘Asuransi Kegagalan Kredit (Credit Default Insurance)’ ?”

Asuransi Jiwa Kredit (Credit Life Insurance)

Dalam dunia perbankan terdapat sejumlah potensi risiko kerugian bisnis yang dapat dialami dimana risiko tersebut dapat dibagi dalam 8 (delapan) kategori yaitu risiko pasar, risiko operasional, risiko likuiditas, risiko hukum, risiko strategik, risiko kepatuhan, risiko reputasi, dan risiko kredit. Continue reading “Asuransi Jiwa Kredit (Credit Life Insurance)”

Klaim ‘General Average’ dalam Asuransi Marine Hull

Penyebutan General Average (GA) antara lain dapat ditemukan dalam Marine Insurance Act (MIA) 1906 Section 64(1), “A particular average loss is a partial loss of the subject-matter insured, caused by a peril insured against, and which is not a general average loss”. Continue reading “Klaim ‘General Average’ dalam Asuransi Marine Hull”

Klaim ‘Particular Average’ dalam Asuransi Marine Hull

Jika di asuransi kendaraan bermotor dikenal istilah partial loss maka dalam asuransi marine hull juga dikenal istilah yang semakna yaitu particular average loss dimana jaminan ini berlaku pada polis asuransi marine hull yang menggunakan ITC-Hulls 1.10.83 CL 280 atau ITC-Hulls 1.11.95 CL 280. Continue reading “Klaim ‘Particular Average’ dalam Asuransi Marine Hull”

Klaim ‘Constructive Total Loss (CTL)’ dalam Asuransi Marine Hull

Pada tulisan sebelumnya sudah penulis sampaikan tentang klaim Actual Total Loss (ATL) pada asuransi marine hull dimana pendefinisiannya mengacu pada Marine Insurance Act (MIA) 1906. Lalu apa yang dimaksud dengan klaim Constructive Total Loss (CTL) ?. Continue reading “Klaim ‘Constructive Total Loss (CTL)’ dalam Asuransi Marine Hull”

Klaim ‘Actual Total Loss (ATL)’ dalam Asuransi Marine Hull

Dilihat dari sisi tingkat atau derajat keparahan (severity) atas kerusakan kapal, klaim asuransi marine hull & machinery dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis : klaim particular average (partial loss) dan klaim total loss. Dalam kesempatan ini penulis akan membahas klaim total loss (kerugian total) saja. Continue reading “Klaim ‘Actual Total Loss (ATL)’ dalam Asuransi Marine Hull”

Asuransi Marine Hull ; ‘All Risks’ atau ‘Named Perils’ Policy ?

Dalam proses pembuktian kerugian saat terjadi klaim di bawah suatu polis tertentu, termasuk marine hull, perlu diperhatikan terlebih dahulu basis polis yang dipakai, apakah menggunakan basis “all risks” atau “named perils”. Hal ini penting diketahui guna menghindari potensi kesalahpahaman pada saat klaim muncul. Continue reading “Asuransi Marine Hull ; ‘All Risks’ atau ‘Named Perils’ Policy ?”

Bagaimana Cara Menentukan Harga Pertanggungan Kapal pada Asuransi Marine Hull ?

Ketika underwriter disodori proposal asuransi kapal (marine hull insurance), salah satu analisa awal yang perlu dilakukan adalah melihat ada tidaknya ketidakwajaran pada harga pertanggungan yang tercantum dalam proposal form. Hal ini berkaitan dengan analisa apakah premi yang diterima penanggung sudah cukup (fully insured) atau tidak. Continue reading “Bagaimana Cara Menentukan Harga Pertanggungan Kapal pada Asuransi Marine Hull ?”

Posisi Perusahaan Pengangkut dalam Asuransi Pengangkutan Barang

Dalam pengiriman barang dari hasil proses jual beli biasanya akan melibatkan 3 (tiga) pihak yaitu seller (penjual), buyer (pembeli), dan perusahaan pengangkut (freight forwarding company) dimana masing-masing pihak akan memiliki insurable interest dan liability atas barang yang dikirim namun dalam kapasitas dan waktu yang berbeda. Continue reading “Posisi Perusahaan Pengangkut dalam Asuransi Pengangkutan Barang”