Virus Corona dan Pelajaran tentang Prinsip Proximate Cause

Berbagai negara di seluruh dunia akhir-akhir ini disibukkan dengan berita serangan virus Corona (Covid-19) yang sangat menakutkan karena sampai saat ini dinyatakan belum ditemukan adanya anti virus yang dapat menangkal penyakit tersebut. Continue reading “Virus Corona dan Pelajaran tentang Prinsip Proximate Cause”

‘Implied Duties’ dan ‘Express Duties’ pada Asuransi Kendaraan Bermotor

Jika pembahasan sebelumnya lebih berfokus pada ada tidaknya peluang pemegang polis asuransi kendaraan bermotor mengajukan klaim banjir dari sisi cause of loss, kali ini penulis akan menyampaikan perihal kewajiban-kewajiban (duties) yang harus dipenuhi pemegang polis agar klaim yang diajukan berjalan sukses. Continue reading “‘Implied Duties’ dan ‘Express Duties’ pada Asuransi Kendaraan Bermotor”

Apakah Pemegang Polis Asuransi Kendaraan Bermotor Tanpa Perluasan Bahaya Banjir Dapat Berpeluang Mengajukan Klaim ?

Pertanyaan di atas bisa jadi muncul saat pemilik kendaraan bermotor yang telah membeli polis asuransi ternyata baru menyadari bahwa mereka hanya membeli proteksi asuransi pada level jaminan standard. Continue reading “Apakah Pemegang Polis Asuransi Kendaraan Bermotor Tanpa Perluasan Bahaya Banjir Dapat Berpeluang Mengajukan Klaim ?”

‘Act of God (Viz Major)’ sebagai ‘Defence of Tort’ dalam Kasus Tuntutan Kerugian akibat Banjir

Kasus di bawah ini menggambarkan sebuah situasi dimana terjadi proses pembelaan oleh tergugat (defendant) atas gugatan hukum dari penggugat (plaintiff) dalam kasus bencana alam. Tuntutan pada kasus pertama tidak berhasil atau ditolak pengadilan sedangkan pada kasus kedua sebaliknya yaitu berhasil diterima pengadilan. Continue reading “‘Act of God (Viz Major)’ sebagai ‘Defence of Tort’ dalam Kasus Tuntutan Kerugian akibat Banjir”

Contoh Perhitungan Penyelesaian Klaim Partial Loss Asuransi Alat Berat Berbasis Wording Polis HESR AAUI dengan Declining Balance Method

Pemilihan wording polis yang berbeda atas objek asuransi yang sama dapat berimplikasi pada tata cara penyelesaian klaim yang berbeda, termasuk asuransi yang mengcover objek alat berat (heavy equipment). Continue reading “Contoh Perhitungan Penyelesaian Klaim Partial Loss Asuransi Alat Berat Berbasis Wording Polis HESR AAUI dengan Declining Balance Method”

Siapa yang Berhak Mengasuransikan ?

Dalam berbagai kesempatan bertemu dan berdiskusi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses pemasaran produk asuransi terkadang ditemui pertanyaan dasar terkait pemenuhan prinsip dasar asuransi ”insurable interest”. Pertanyaan ini sekilas mudah sekali dijawab meskipun sebenarnya jika ditelusuri lebih lanjut bisa saja menimbulkan perdebatan yang panjang. Continue reading “Siapa yang Berhak Mengasuransikan ?”

Siapa yang Mempopulerkan Istilah NRV (New Replacement Value) ?

Sejak awal mempelajari prinsip dasar asuransi, kita mungkin lebih sering mendengar istilah NRV (New Replacement Value) dibanding RCV (Replacement Cost Value), sebagaimana lebih familiarnya kita mendengar istilah Indemnity dibanding ACV (Actual Cash Value). Continue reading “Siapa yang Mempopulerkan Istilah NRV (New Replacement Value) ?”

Pre-Existing Condition dalam Asuransi Kesehatan

Secara umum, asuransi kesehatan adalah produk asuransi (yang dapat dikelola oleh perusahaan asuransi jiwa –life insurance company– maupun perusahaan asuransi umum –general insurance company-) yang memberikan ganti rugi kepada tertanggung akibat terganggunya kesehatan pada diri tertanggung atau peserta asuransi yang menyebabkan terjadinya kehilangan atau kerugian keuangan (financial loss). Continue reading “Pre-Existing Condition dalam Asuransi Kesehatan”

Konsep Insurable Interest pada Asuransi Jiwa

Terdapat sebuah case dimana sebuah yayasan atau organisasi keagamaan hendak mengasuransikan jiwa jamaahnya terhadap risiko kematian ke sebuah perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. Permohonan tersebut pada akhirnya belum dapat dipenuhi perusahaan asuransi dengan latar belakang tidak ada insurable interest antara yayasan tersebut dan anggota jamaahnya. Continue reading “Konsep Insurable Interest pada Asuransi Jiwa”