Loading and Unloading Clause (yang Menambah Durasi) pada Asuransi Marine Cargo

Dalam pembahasan sebelumnya telah dibahas bahwa polis asuransi marine cargo merupakan jenis polis “perjalanan” (voyage policy) dimana durasi polis mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Transit Clause.

Meskipun penambahan Loading and Unloading Clause diharapkan dapat mengurangi potensi perselisihan klaim saat terjadi kerusakan barang namun redaksional klausula ini tetap perlu dijabarkan lebih lanjut mengingat masih adanya celah perbedaan tafsir antara tertanggung dan penanggung terhadap intensi klausula tersebut, apakah : (1) meng-extend “durasi perjalanan” tanpa meng-extend “bahaya”, atau (2) meng-extend “bahaya” tanpa meng-extend “durasi perjalanan”.

Jika option 1 yang dipilih maka Transit Clause (klausula no. 8 ICC 1/1/82) seolah-olah mengalami perubahan (to be endorsed) dari  :

semula,

“This insurance attaches from the time the goods leave the warehouse or place of storage at the place named herein for the commencement of the transit…dst…”

menjadi,

“The transit clause described in Clause 8 of this insurance is extended to include cover during loading or unloading of the goods as specified below:

Loading cover commences when the goods are being loaded onto the conveying vehicle from the ground or loading dock adjacent to the conveying vehicle, and terminates when the goods have been placed on the conveying vehicle.

Unloading cover commences when the goods are being unloaded from the conveying vehicle and terminates when the goods are placed on the ground or loading dock adjacent to the conveying vehicle”.

Kalimat yang tertera pada Transit Clause ICC 1/1/82 sebelum “di-endors” memberikan gambaran bahwa “durasi perjalanan” yang diakui polis hanya dimulai “saat barang meninggalkan gudang”. Syarat dikatakan “barang meninggalkan gudang” kemudian dijabarkan dengan “pergerakan barang bersamaan dengan pergerakan alat angkutnya”. Dengan demikian, risiko atas kerusakan barang yang terjadi selama barang belum masuk alat angkut, katakanlah mulai dari proses memindahkan dari rak penyimpanan barang memakai forklift sampai dengan proses loading di area loading dock (dimana alat angkut standy-by di sana), tidak dijamin dalam polis.

Setelah dilakukan revisi pada Transit Clause maka bahaya-bahaya yang muncul selama aktivitas loading dan unloading di atas dapat dijamin namun tetap dengan syarat bahwa perils yang muncul harus mengacu pada standard perils yang ditawarkan dalam terms and conditions polis. Misalkan terdapat polis asuransi marine cargo ICC B atau C (yang kedua-duanya menganut basis named perils). Ketika terjadi peristiwa banjir (flood) saat proses loading atau unloading harus dilihat terlebih dahulu apakah bahaya banjir disebutkan sebagai bahaya yang dijamin dalam ICC B atau ICC C. Begitu pula jika kejadiannya berupa putusnya tali sling crane saat proses loading lalu menyebabkan barang jatuh ke tanah dan mengalami kerusakan. Jawabannya sama, harus dilihat dulu apakah cause of loss-nya dijamin dalam polis atau tidak (yang tentunya berbeda-beda antara ICC A, ICC B, dan ICC C).

loading and unloading clause

Share this article :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Disclaimer

All content and information on this website is published in good faith and for general information purpose only. We do not make any warranties about the completeness, reliability and accuracy of information on this site or found by following any link on this site. Any action you take upon the information found on this website is strictly at your own risk.

The owner will not be liable for any errors or omissions in this information nor for the availability of this information. The owner will not be liable for any losses, injuries, or damages from the display or use of this information.